CARA PEMBELAJARAN SEKOLAH

  • Home
  • About
  • SD
  • SMP
  • SMA
  • SMK
Home » All post

Tuesday, April 14, 2015

RPP smp kelas 8 Menelaah Unsur Kebahasaan Teks Diskusi

RPP smp kelas 8 Menelaah Unsur Kebahasaan Teks Diskusi
Menelaah Unsur Kebahasaan Teks Diskusi
Pada Tugas 3 ini guru meminta siswa menelaah teks diskusi secara mandiri. Teks diskusi yang akan ditelaah dapat dicari di majalah, koran, atau internet. Penelaahanmeliputi struktur teks, ejaan, kalimat, dan kata hubung perlawanan. Selanjutnya, secara mandiri guru menugasi siswa untuk mengerjakan tugas-tugas berikut.
  1.  Guru meminta siswa membuat frasa (kelompok kata) terdiri atas 2—3 kata yang berhubungan dengan dampak teknologi, sekurang-kurangnya sepuluh kelompok kata.
  2. Guru meminta siswa membuat kalimat yang berhubungan dengan dampak  teknologi dengan menggunakan kata hubung perlawanan sepuluh kalimat.
  3. Guru meminta siswa menandai dan mengidentifikasi kata hubung dalam teks tersebut.
Pada bagian ini guru bisa menilai tugas siswa secara mandiri
Tugas 4 Membandingkan Teks Diskusi dengan Teks Eksposisi
Pada Tugas 4 ini guru meminta siswa membandingkan teks diskusi dan teks eksposisi. Guru meminta membandingkan struktur teks, unsur kebahasaan, atau isi teks. Contoh teks yang dibandingkan adalah sebagai berikut.

Sanksi yang Cocok bagi Pelajar Nakal
Akhir-akhir ini tindakan kriminal yang dilakukan oleh pelajar di kota-kota besar sangat memperihatinkan. Mereka tidak hanya bersekolah, tetapi juga melakukan perusakan, perkelahian, dan bahkan pembajakan sebuah bus. Salah satu pejabat menginstruksikan kepada kepala dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk memberikan sanksi kepada para pelajar nakal yang telah melakukan tindak kriminal. Masyarakat pada umumnya setuju bahwa pelajar yang melakukan tindakan kriminal perlu diberi sanksi. Bentuk sanksi apa yang diberikan? Sampai saat ini masih terjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Sebagian masyarakat mengusulkan ada tiga sanksi tegas yang direkomendasikannya. Pertama, pelajar-pelajar tersebut dipindahkan dari sekolah asalnya ke sekolah lain. Murid-murid yang nakal biasanya berkelompok. Dengan demikan, pindahkan mereka ke sekolah lain, tetapi disebar, hingga benar-benar terpisah satu sama lain dan diharapkan tidak melakukan tindak kriminal lagi.. Kedua, yakni sanksi tidak naik kelas kepada seluruh pelajar yang terbukti telahmelakukan tindakan-tindakan yang merugikan serta membahayakan keselamatan orang lain.

Saksi ketiga, kalau kedua hukuman itu ternyata tidak berhasil mengubah perilakunya, mahasiswa bermasalah tersebut dikeluarkan dari sekolahnya saat ini dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Meski begitu, pejabat itu sempat mengritik guru-guru di sekolah yang masih belum mampu mendidik siswa-siswinya untuk menjauhi perilaku-perilaku negatif.

Saksi ketiga, kalau kedua hukuman itu ternyata tidak berhasil mengubah perilakunya, mahasiswa bermasalah tersebut dikeluarkan dari sekolahnya saat inidan dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Meski begitu, pejabat itu sempatmengritik guru-guru di sekolah yang masih belum mampu mendidik siswa-siswinyauntuk menjauhi perilaku-perilaku negatif.

Setiap hari, murid-murid selalu berinteraksi dengan para guru. Jadi, sudah seharusnya guru mengawasi, memantau serta membimbing siswa untuk tidakmelakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.Pada prinsipnya, sanksi bagi pelajar yang nakal boleh saja dilakukan. Meskipundemikian, sanksi itu harus mendidik siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebihbaik. Jika sanksi itu tidak tepat, bukan tidak mungkin siswa itu akan semakin nakal.

Guru meminta siswa membaca dan mengamati teks “Sanksi yang Cocok Bagi Pelajar Nakal” dengan cermat. Kemudian, guru meminta siswa menentukan struktur teks tersebut, serta ciri-ciri kebahasaannya.

Setelah membaca dan membandingkan dua teks diskusi dan teks eksposisi di atas, guru meminta siswa menjawab pertanyaan berikut.
1). Apa perbedaan antara teks diskusi dan teks eksposisi? Siswa diminta menjelaskan jawabannya.
2). Apa persamaan antara teks diskusi dan teks eksposisi? Siswa diminta menjelaskan jawabannya.

0
Komentar
f
Share
t
g+
Share
?
k
11:25 AM

Thursday, April 9, 2015

Kegiatan pembelajaran smp kelas 8 tema Pemodelan Teks Prosedur

Kegiatan 1 Pemodelan Teks Prosedur
Pada Kegiatan 1 ini guru meminta siswa untuk mengenali dan memahami teks prosedur. Setelah itu, guru memperlihatkan teks yang akan menjadi teks model, yaitu

“Pencangkokan Tanaman”
Tugas 1 Memahami Teks Prosedur Pada Tugas 1 ini guru meminta siswa untuk membaca dan memahami gagasan dalam teks di bawah ini.

1.Pengembangbiakan tanaman dapat dilakukan melalui pencangkokan. Selain mudah dilakukan, pencangkokan juga murah biayanya. Pencangkokan dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik pada suatutumbuhan sehingga pemanfaatan terhadap tumbuhan tersebut menjadilebih maksimal. Misalnya, pencangkokan pada tumbuhan mangga bisamendapatkan buah mangga yang lebih baik dari mangga yang dicangkok. Selain itu, hasil pencangkokan memiliki masa tumbuh yang relatif lebihsingkat

2 Pencangkokan tanaman memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungan yang dapat diperoleh melalui pencangkokan tanaman antara lain (1) tanaman yang berbuah lebih cepat dari seharusnya dan (2) mutu produksi yang diperoleh sama dengan tanaman induknya. Sementara itu, kerugian pencangkokan adalah tanaman hasil cangkokan hanya memiliki akar serabut sehingga lebih mudah tumbang/roboh dibandingkan tanaman yang berasal dari biji. Selain itu, hasil cangkokan itu juga memiliki kanopi yang lebih kecil dan produksi yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang dapat dihasilkan pohon induknya.

3 Untuk mencangkok tanaman diperlukan alat dan bahan (1) satu bilah pisau, (2) tali plastik/tali bambu, (3) plastik transparan /sabut kelapa/ijuk, dan (4) tanah yang agak basah dan subur. Pisau digunakan untuk mengelupaskan kulit tumbuhan yang akan dicangkok dan memotong tali dan plastik. Tali plastik digunakan untukmengikat plastik transparan ke batang atau dahan pohon yang dicangkok.  Tali plastik dapat diganti dengan tali bambu atau jenis tali lain yang kuat. Plastik transparan dapat diganti dengan sabut kelapa atau ijuk pohon enau. Tanah yang agak basah digunakan sebagai tempat tumbuhnya hasil pencangkokan.

4 Pencangkokan tumbuhan dapat dilakukan melalui cara berikut. Pertama, carilah dahan yang ukurannya sedang, tidak terlalu besar atau terlalu kecil! Kedua, ukurlah jarak antara batang pohon dan tempat yang akan dikupas paling sedikit ± 10 cm!Ketiga, kupaslah sekeliling kulit dahan yang akan dicangkok dengan panjang kupasan ± 5 cm! Keempat, keriklah lendir atau kambium dahan tersebut dengan perlahan agarkering! Kelima, tutuplah hasil kupasan dengan tanah! Keenam, bungkuslah tanah dengan plastik, lalu ikat kedua ujungnya agar tanah tidak jatuh!  Cara ini dapat dilakukan pada tumbuhan berkayu yang mudah dicangkok!

5 Setelah keenam cara tersebut dilakukan, lihat dan teliti cangkokan itu paling sedikit sekali seminggu! Apabila tanah pencangkokan itu kering, siramlah dengan membuka tali pengikat bagian atas cangkokan. Setelah dua atau tiga minggu, tunas hasil pencangkokan akan tumbuh pada bagian tanah yang dibungkus. Jika akarnya sudah cukup, potong cangkokan tersebut dan tanamdi tanah yang subur!

Setelah siswa membaca teks prosedur “Pencangkokan Tanaman” di atas, guru meminta
siswa untuk menjawab pertanyaan berikut!
  1. Apakah yang dimaksud dengan pencangkokan tanaman?
  2.  Apa maksud kata kanopi dan bilas? Jika siswa tidak paham, guru meminta siswa mencari makna kata itu di dalam kamus bahas Indonesia.
  3. Apakah keuntungan dan kerugian mencangkok tanaman?
  4. Alat dan bahan apa saja yang diperlukan jika kita ingin mencangkok tumbuhan?
  5. Tanah sangat diperlukan di dalam pencangkokan. Mengapa tanah yang digunakan dalam pencangkokan itu tidak boleh kering?
  6. Jika ingin mencangkok tanaman, kita harus memiliki plastik transparan untuk membungkus tanah. Apa yang kita lakukan apabila kita tidak memiliki plastik transparan
  7.  Sebutkan enam prosedur yang harus kita lalui jika ingin mencangkok tanaman!
  8.  Ketika melakukan pencangkokan, dapatkah prosedur pencangkokan itu di bolakbalik atau diubah urutannya?
  9. Pada bagian teks nomor berapa ditemukan informasi tentang tujuan pencangkokan?
  10. Pada bagian teks nomor berapa ditemukan penjelasan langkah-langkah melakukan pencangkokan?
0
Komentar
f
Share
t
g+
Share
?
k
9:08 AM

Model pembelajaran smp kelas 8 tema Penyusunan Teks Biografi secara Mandiri

Penyusunan Teks Biografi secara Mandiri
Pada Kegiatan 3 ini guru meminta siswa untuk membuat teks biografi secara mandiri. Teks yang akan dibuat mengacu pada model teks pada Kegiatan 1. Jumlahkalimat di dalam teks yang akan siswa buat antara 16—25 kalimat. Sebelum siswa melakukan tugas tersebut, guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas berikut. Tugas 1 Mengidentifikasi Teks BiografiPada Tugas 1 ini guru akan meminta siswa untuk membaca dan memahami teks biografi berikut ini


Susi Susanti: Legenda Bulu tangkis Putri Indonesia dan Dunia
1 Susi Susanti lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 11 Februari 1971. Ia menyukai permainan bulu tangkis sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dukungan orang tuanya membuat ia semakin mantap untuk menjadi atlet bulu tangkis. Ia memulai karir bulu tangkis di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya. Setelah berlatih selama tujuh tahun dan memenangi kejuaraan bulu tangkis tingkat junior, ia pindah ke Jakarta pada tahun 1985. Saat itu ia duduk di Kelas 2 sekolah menengah pertama.

2 Di Jakarta Susi tinggal di asrama dan bersekolah di sekolah khusus untuk atlet. Ia berlatih enam hari dalam sepekan, Senin sampai dengan Sabtu, mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00, kemudian disambung lagi pukul 15.00 sampai dengan pukul 19.00. Susi termasuk atlet yang sangat disiplin. Ia selalu mematuhi aturan yang diberikan pelatihnya dan rela berkorban agar cita-citanya menjadi atlet bulu tangkis terkenal tercapai. Pada awal kariernya di tahun 1989, Susi sudah berhasil menjadi juara di Kejuaraan Indonesia Terbuka (Indonesian Open).  Berkat kegigihan dan ketekunannya, Susi berhasil turut serta menyumbangkan  gelar Piala Sudirman pada Tim Indonesia untuk pertama kali dan belum pernah terulang sampai saat ini. Setelah itu, ia pun mulai merajai kompetisi bulu tangkis wanita dunia dengan menjuarai All England sebanyak empat kali (1990, 1991, 1993, 1994) dan menjadi Juara Dunia pada tahun 1993.

3 Puncak karier Susi terjadi pada tahun 1992. Pada saat itu ia menjadi juara tunggal putri cabang bulu tangkis di Olimpiade Barcelona, 1992. Susi menjadi peraih emas pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade. Uniknya, Alan Budikusumayang merupakan pacarnya ketika itu, turut menjadi juara di tunggal putra.Mereka berhasil mengawinkan gelar juara tunggal putra dan putri bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona. Media asing menjuluki mereka sebagai “PengantinOlimpiade”, sebuah julukan yang menjadi kenyataan di kemudian hari. Pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat, Susi kembali berhasil meraih medali meskipun medali perunggu. Selain itu, Susi turut serta menorehkan prestasi dengan merebut Piala Uber tahun 1994 dan 1996 bersama tim UberIndonesia. Selama kariernya di bulu tangkis, Susi telah meraih puluhan gelar,baik nasional maupun internasional.

4 Pada bulan Mei 2004, International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) memberikan penghargaan Hall of Fame kepada Susi Susanti. Selain Susi, pemain Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan Hall of Fame antara lain Rudy Hartono Kurniawan, Dick Sudirman, Christian Hadinata,dan Liem Swie King. Susi juga mendapatkan penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari pemerintah Republik Indonesia atas prestasinya mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

5 Saat masih aktif menjadi pemain, Susi selalu berusaha menjadikan dirinya sebagai   contoh yang baik bagi pemain lainnya. Ia sangat disiplin terhadap waktu latihan  ataupun di luar latihan. Kiprah Susi Susanti di dunia bulu tangkis memang luar biasa. Dalam setiap pertandingan, ia selalu menunjukkan sikap yang tenang dan tanpa emosi bahkan pada saat tertinggal jauh perolehan angkanya. Semangatnyayang pantang menyerah selalu berhasil membuat para pendukungnya yakinSusi akan memberikan usaha yang terbaik.

6 Walaupun telah puluhan gelar tingkat internasional ia raih, ada satu sikap yang tidak pernah hilang dari diri Susi Susanti. Ia selalu bersikap rendah hati dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Baginya, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya. Kekalahan justru memeberi kesempatan untuk memperbaikikemampuan dan menghindarkan dari sikap sombong. Sungguh satu sikapyang patut dicontoh oleh para generasi muda bangsa Indonesia. Kini Susi dan Alan menjalani hari-harinya bersama ketiga putra mereka di rumah nan asri di Kompleks Gading Kirana, Jakarta Utara. Mereka masih rutin bermain bulu tangkis sampai saat ini, minimal dua kali seminggu untuk menjaga kondisi.
  1.  Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan berikut setelah membaca teks biografi “Susi Susanti: Legenda Bulu Tangkis Putri Indonesia dan Dunia” di atas.
  2. Mengapa Susi Susanti dikatakan sebagai legenda bulu tangkis Indonesia?
  3.  Setujukah siswa jika Susi Susanti dikatakan sebagai pahlawan dan penggerak wanita Indonesia? Siswa diminta menyebutkan alasan atas pernyataannya.
  4.  Dapatkan semangat dan perjuangan yang dilakukan Susi Susanti menginspirasi siswa untuk lebih berprestasi? Siswa diminta menjelaskan alasannya secara singkat

2. Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi struktur teks biografi “Susi Susanti: Legenda Bulu Tangkis Putri Indonesia dan Dunia”, kemudian mencari dan menuliskan konjungsi yang digunakan di dalam teks tersebut. Setelah itu, siswa diminta untuk menjelaskan fungsi dan makna konjungsi yang ditemukan itu.

3. Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi kata dan istilah yang tidak dipahami yang ada di dalam teks biografi tersebut. Kemudian, siswa diminta menemukan makna kata dan istilah tersebut di dalam bahasa Indonesia. Untuk menambah pengayaan kosakata siswa, siswa diminta menerangkan makna kata dan istilah berikut!
1) legenda
2) merajai
3) ajang
4) pengantin olimpiade
5) kancah internasional

4. Untuk mengetahui pemahaman siswa tentang kalimat, siswa diminta membuat kalimat tunggal
    dan majemuk dengan menggunakan kelima kata dan istilah yang ada pada soal nomor 3 di atas.

5. Untuk menambah pengayaan kosakata siswa, guru meminta siswa mencari bentuk antonim
    dan sinonim kata-kata berikut.

0
Komentar
f
Share
t
g+
Share
?
k
9:00 AM

Model pembelajaran smp kelas 8 tema Memahami Teks Biografi

Pemodelan Teks Biografi
Pada Kegiatan 1 ini guru mengajak siswa untuk mempelajari teks biografi tentang Ki Hajar Dewantara. Guru menjelaskan bahwa Ki Hajar Dewantara tidak hanya dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, tetapi juga sebagai inspirator bangsa.

Tugas 1 Memahami Teks Biografi
Pada Tugas 1 ini siswa diminta untuk memahami teks biografi melalui teks model. Sebelum membaca teks tersebut, guru meminta siswa menjawab pertanyaan berikut
  1.  Menurut pendapat siswa, siapakah yang dikatakan inspirator bangsa?
  2.  Apakah siswa mengenal seseorang atau tokoh yang telah berjasa pada bangsa dan negara Indonesia?
  3.  Apakah tokoh itu dapat dijadikan sebagai inspirator bangsa? Guru meminta siswa memberikan alasannya!
  4.  Apakah siswa juga mengenal tokoh atau pahlawan yang berasal dari daerahnya?
  5.  Mengapakah tokoh itu disebut pahlawan? Apakah jasa dan prestasi yang pernah diberikannya pada bangsa dan negara
  6.  Apakah pelajar, olahragawan, atau artis dapat juga dikatakan sebagai inspirator bangsa?
  7.  Apakah siswa dapat menyebutkan pelajar, olahragawan, atau artis dapat disebut sebagai inspirator bangsa? Mengapa dia disebut inspirator bangsa?
  8.  Mengapa kita tidak boleh melupakan jasa inspirator bangsa?
  9.  Setujukah siswa dengan pernyataan bahwa Ki Hajar Dewantara merupakan inspirator bangsa?
  10.  Guru meminta siswa untuk memberi alasan mengapa dia setuju atau tidak setuju! Kemudian, guru menjelaskan bahwa teks biografi yang termasuk teks naratif dan tergolong pada teks makro. Setelah itu, guru memperkenalkan teks biografi tentang Ki Hajar Dewantara yang berjudul “Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia”. Guru meminta siswa untuk mendengarkan teks yang akan dibacakan oleh eorang siswa.
 Kemudian, guru meminta siswa memahami makna yang ada di dalam teks tersebut. Teksnya adalah sebagai berikut.
1 Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekatdengan rakyatnya. Ketika berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Tujuannya berganti nama adalah agar ia dapat bebas dekat dengan rakyatnya. Perjalanan hidup Ki Hajar Dewantara benar-benar ditandai dengan perjuangan dan pengabdian pada kepentingan bangsa dan negara.

2 Ki Hajar Dewantara menamatkan sekolah dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera). Ia tidak dapat menamatkan pendidikan di sekolah tersebut karena sakit. Setelah itu, ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, seperti Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

3 Ki Hajar Dewantra juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia. Ia selalu menyampaikan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Pada tanggal 25 Desember 1912, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) bersama dengan Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo. Akan tetapi, organisasi ini ditolak oleh pemerintahan Belanda karena dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakkan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

4 Semangat Ki Hajar Dewantara terus menggebu dan pada bulan November 1913 ia membentuk Komite Bumipoetra. Komite Boemipoetra melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang ingin merayakan seratus tahun kebebasan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya. Ki Hajar Dewantara juga mengkritik rencana perayaan itu melalui tulisannya yang berjudul “Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga)”. Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukum internering (hukum buang) ke Pulau Bangka tanpa proses pengadilan. Kemudian, ia dibuang ke Negara Belanda bersama kedua rekannya dan kembali ke tanah air pada tahun 1918 setelah memperoleh Europeesche Akte.

Pada tanggal 3 Juli 1922 Ki Hajar Dewantara bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya mendirikan perguruan yang bercorak nasional, yaitu Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (Perguruan Nasional Taman Siswa) pada 3 Juli 1922. Melalui perguruan Taman Siswa dan tulisan-tulisannya yang berjumlah ratusan, Ki Hajar Dewantara berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Ki Hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hajar Dewantara tidak hanya diabadikan sebagai tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta. Untuk melestarikan nilai dan semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara, penerus Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya di Yogyakarta.

6 Sebagai pahlawan yang dijuluki Bapak Pendidikan Indonesia, semangat dan jasa Ki Hajar Dewantara sepantasnya dikenang dan tidak dilupakan. Semoga apa yang dilakukannya itu dapat menginspirasi rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Setelah siswa yang ditunjuk guru selesai membaca teks model, guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut
  1.  Siapakah nama asli Ki Hajar Dewantara dan mengapa dia mengganti namanya?
  2.  Ke manakah Ki Hajar Dewantara melanjutkan pendidikan setelah tamat dari Sekolah Dasar Belanda ?
  3.  Sebagai wartawan, tulisan-tulisan Ki Hajar Dewantara digemari para pemuda ketika itu. Sebutkan dua alasan mengapa mereka menggemari tulisan-tulisan Ki Hajar Dewantara?
  4.  Mengapa organisasi yang didirikan Ki Hajar Dewantara bersama dengan Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo dilarang oleh Pemerintah Belanda?
  5.  Mengapa pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukum internering (hukum buang) kepada Ki Hajar Dewantara?
  6.  Apa yang dilakukan Ki Hajar Dewantara setelah pulang dari Negara Belanda?
  7.  Pada bagian (nomor pada teks) berapa ditemukan informasi umum tentang Ki Hajar Dewantara?
  8.  Pada bagian teks nomor berapa ditemukan bentuk-bentuk perjuangan yang dilakukan Ki Hajar Dewantara?
  9.  Bagaimana dengan bagian nomor enam teks tersebut? Apa yang disampaikan oleh penulis?


Tugas 2 Mengenali Struktur Teks Biografi
Pada Tugas 2 ini guru meminta siswa mengenali dan mengetahui struktur teks biografi yang terdiri atas orientasi, peristiwa dan masalah, dan reorientasi. Guru menjelaskan ketiga istilah tersebut melalui bagan berikut.
Untuk memperdalam pemahaman siswa tentang struktur teks biografi, guru meminta siswa mengerjakan tugas berikut



  1.  Siswa diminta mencermati lagi teks biografi “Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia” di atas! Kemudian, siswa diminta menyebutkan bagian pengenalan tokoh, peristiwa dan masalah yang dialami tokoh, serta bagian penutup dalam teks tersebut?
  2.  Siswa diminta untuk membandingkan jawabannya itu dengan struktur teks di bawah ini
  3. Siswa diminta pendapatnya tentang pernyataan pada bagian orientasi yang mengungkapkan bahwa Ki Hajar Dewantara ingin dekat dengan rakyatnya. Guru meminta siswa agar memberikan alasan atas jawabannya.
  4.  Siswa diminta pendapatnya tentang pernyataan bahwa Ki Hajar Dewantara disebut sebagai Bapak Pendididikan Indonesia. Guru meminta alasan siswa atas jawaban yang diberikan.
  5. Siswa diminta pendapatnya tentang pernyataan bahwa jasa dan semangat yang telah ditorehkan Ki Hajar Dewantara dapat menginspirasi generasi muda pada saat sekarang. Guru meminta alasan siswa atas jawaban yang diberikan.
  6. Untuk melatih kemampuan berbicara siswa, guru meminta siswa menceritakan kembali kepada temannya atau mempresentasikan di depan kelas teks biografi “Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia” berdasarkan struktur teksnya!
0
Komentar
f
Share
t
g+
Share
?
k
8:54 AM

Model pembelajaran smp kelas 8 tema pemodelan teks cerita fabel

PEMODELAN TEKS CERITA FABEL
Pada Kegiatan 1 siswa diminta untuk mengenal lebih jauh tentang teks cerita fabel yang berisi tentang kehidupan binatang yang memiliki karakter seperti manusia. Untuk itu, dalam kegiatan ini ditampilkan teks model “Kupu-Kupu Berhati Mulia”
Tugas 1 Memahami Teks Cerita Fabel
Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk membaca teks cerita fabel yang disajikan dalam buku teks. Guru juga meminta siswa untuk memahami isi teks tersebut dengan saksama. Berikut ini adalah teks cerita fabel yang disajikan.


Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu. Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana. “Hey, kepompong alangkah jelek nasibmu, hanya bisa menggantung di ranting itu, ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini, bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?” Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.

Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di manamana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “ Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong....! Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupukupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu. Ternyata, kepompong yang dulu diejek sudah menyelamatkan dirinya. Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.



Pada Tugas 1 ini guru juga meminta siswa untuk mendiskusikan dan menjawab
beberapa pertanyaan pemahaman tentang isi teks cerita fabel tersebut.
  1.  Siapa tokoh dalam cerita itu?
  2. Apa masalah yang muncul dalam teks tersebut?
  3.  Apa yang dirasakan para tokoh dalam teks itu?
  4.  Mengapa sang semut dikatakan sombong dan si kupu-kupu dikatakan berhati mulia?
  5.  Sebutkan contoh kebaikan dan kejelekan dari sifat tokoh-tokoh dalam teks itu!
  6. Coba sebutkan satu kebaikan dan satu kejelekan yang pernah siswa lihat di lingkunganmu? Bagaimana sikap siswa melihat hal itu?
  7.  Setujukah siswa jika terjadi musibah kita harus saling membantu? Mengapa demikian?
  8. Kepompong mewakili sebuah siklus kehidupan. Saat menjadi kepompong dia hanya diam dan tidak bisa pergi ke mana-mana. Selanjutnya, dia bahagia saat menjadi kupukupu. Begitulah kehidupan. Bagaimana pendapat siswa tentang hal itu?

Tugas 2 Mengenali Struktur Teks Cerita Fabel
Pada Tugas 2 ini guru meminta siswa untuk mempelajari dan mengenali struktur teks cerita fabel yang terdiri atas orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda (coda). Guru menerangkan keempat istilah tersebut. Untuk memahami strutur teks, guru meminta siswa untuk memperhatikan struktur teks cerita fabel pada bagan berikut.
 
Setelah mencermati teks model, guru meminta siswa untuk mengenali bagianbagian teks yang menjadi bangunan teks tersebut. Untuk lebih memahami isi teks, guru meminta siswa untuk memahami setiap paragraf yang memperlihatkan bagianbagian pembangun teks.

Setelah guru memberikan pemahaman tentang struktur teks cerita fabel, guru meminta siswa menjawab pertanyaan berikut.
1) Setujukah siswa dengan pernyataan pada bagian orientasi yang berisi Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu. Berikanlah alasan jika siswa setuju!

Berikan alasan siswa jika tidak setuju! Paragraf alternatif seperti apa yang dapat siswa susun untuk sebuah bagian orientasi.

2) Setujukah siswa dengan pernyataan bahwa pada bagian komplikasi disusun dengan kalimat yang memunculkan masalah dalam teks tersebut? Berikan alasanmu! Dalam teks itu terdapat kalimat, Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek dan tidak bisa pergi ke mana-mana. Apakah kalimat tersebut sudah sesuai dengan awal bagian komplikasi? Berilah alternatif kalimat yang lain untuk memunculkan masalah.
1
Komentar
f
Share
t
g+
Share
?
k
8:39 AM

model pembelajaran smp kelas 8 tema membangun konteks

Membangun Konteks
  1.  Sebelum pembelajaran dimulai, guru memperkenalkan diri. Setelah itu, guru menjelaskan tema, latar belakang, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru juga menjelaskan keterkaitan tema dengan teks cerita fabel yang akan dibahas dalam pembelajaran Bab I.
  2. Guru mengawali pembangunan konteks dengan memberikan pengantar tentang tokoh dan karakter binatang dalam cerita fabel yang mencerminkan karakter dan perilaku manusia, seperti anjing memiliki sifat kesetiaan, singa memiliki sifat kepemimpinan yang kuat, dan semut memiliki sifat kerja sama.\
  3.  Guru membuka wawasan siswa dengan membacakan puisi bertema fauna yang berjudul “Gajah” karya Taufiq Ismail agar siswa lebih tertarik pada tema pembelajaran. Puisinya sebagai berikut.

GAJAH
Karya Taufiq Ismail
Anak-anak, pernahkah kamu melihat gajah?
Di kebun binatang atau dalam buku sekolah?
Binatang ini badannya besar sekali
Dan lihatlah, juga teramat tinggi
Kedua telinganya lebar melambai-lambai
Hidungnya panjang, bernama belalai
Tapi matanya kecil dan tampak tidak sesuai
Kedua gadingnya tampak pula terjulai
Gajah itu sampai empat meter tingginya
Aduh aduh, bukan kepalang tingginya
Dapatkah engkau menerka berapa berat badannya?
Enam ribu kilogram kira-kira berat tubuhnya

Belalai itu amatlah kuatnya
Kayu yang besar dapat diangkatnya
Tapi juga untuk menghisap air dan mengambil makanan
Lalu ke dalam mulutnya dia masukkan
Gajah itu tinggal di hutan berkawan-kawan
Di Afrika, India, dan Sumatera bagian selatan
Bila sudah jinak pandailah dia bermain di sirkus
Misalnya menari-nari atau berdiri di atas dua kaki



Guru meminta siswa membaca ulang puisi tersebut atau puisi lain tentang binatang. Kemudian, siswa diminta mengajukan beberapa pertanyaan atau guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan puisi tersebut.
 4. Guru menampilkan Gambar 1 tentang kerja sama semut membangun jembatan agar
     siswa memahami pentingnya kerja sama dalam mencapai kehidupan harmonis.

 Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang gambar tersebut, kemudianmeminta siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan berikut.
1) Apakah siswa biasa membantu orang tua, guru, atau teman?
2) Dalam hal apa siswa membantu teman?
3) Mengapa siswa harus membantu teman?
4) Apakah siswa bisa hidup dengan baik tanpa bantuan orang tua, guru, atau teman?
5) Apa akibatnya jika siswa tidak mau membantu orang-orang di sekelilingnya?

5. Guru juga mengajukan, antara lain, pertanyaan berikut yang terkait dengan sikap siswaterhadap binatang-binatang di sekitar tempat tinggalnya. Tujuannya adalah untumembangun sikap spiritual dan sosial siswa terhadap binatang sebagai ciptaan Tuhan.
  1. Siapa yang memiliki boneka binatang, bintang peliharaan, atau binatang ternak di rumah?
  2.  Apakah siswa pernah membantu memberi makan binatang-binatang itu?
  3.  Tuhan telah menciptakan binatang di sekitar kita. Binatang itu bisa kita makan sebagai sumber protein, bisa kita gunakan untuk membantu pekerjaan kita, sapi dapat kita gunakan sebagai penarik gerobak, atau burung yang dapat berkicau yang dapat menghibur kita. Bagaimana sikap kita kepada Tuhan yang telah menciptakan binatang-binatang tersebut?
  4.  Bagaimana sikap siswa terhadap binatang-binatang yang dilindungi? Bentuk sayang apa yang dapat diberikan pada binatang-binatang itu? Guru meminta siswa menyebutkan contoh dan mendiskusikannya. Jika ada jawaban siswa yang tidak sesuai dengan konsep cinta terhadap binatang, guru meluruskan pendapat tersebut.
0
Komentar
f
Share
t
g+
Share
?
k
8:33 AM

CARA PEMBELAJARAN SUBTEMA KOMPONEN EKOSISTEM SD KELAS 5

CARA PEMBELAJARAN SUBTEMA KOMPONEN EKOSISTEM SD KELAS 5
Tujuan pembelajaran:
  • Dengan menyimak teks bacaan, gambar, dan penjelasan guru, siswa mampu menjelaskan pengaruh aktivitas fisik yang berbeda terhadap tubuh
  •  Dengan melakukan aktivitas fisik, siswa mampu menceritakan pengaruh beberapa aktivitas fisik terhadap tubuh
  • Dengan menyimak teks percakapan dan menggali informasl dari bacaan, siswa mampu mengidentifikasikan faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan ekosistem
  •  Dengan menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan, sisvva mampu mengolah informasi tentang faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan ekosistem
  •  Dengan melakukan riset sederhana, siswa mampu membuat laporan sederhana tentang faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan ekosistem
  •  Dengan menyayikan salah satu lagu daerah, siswa mampu menjelaskan manfaat harmonisasi musik
  •  Dengan mengiringi lagu dengan musik, siswa mampu menyebutkan berbagai macam alat musik ritrnis


Media/Alat Bantu dan Sumber Belajar:
Buku guru, buku siswa, kartu tanya, bangku untuk melakukan gerak naik turun dalam
olah raga, dan ceklis “Keterampilan Melakukan Gerakan Fisik” untuk mengukur
pencapaian kompetensi siswa.

Kegiatan Pembelajaran:
Langkah-Langkah Kegiatan:
  • Mulai kegiatan dengan membaca ilustrasi kegiatan yang dilakukan oleh SD Nusantara.
  • Siswa mendiskusikan pemahaman mereka tentang arti latihan fisik, contoh-contohnya serta manfaat dan pentingnya bagi tubuh.
  • Siswa kemudian membaca dan menganalisa gambar dan tahapan gerakan-gerakan olahraga, di antaranya gerakan turun bangku, berjalan sambil setengah jongkok, loncat ke depan, lari zigzag, dan lari ke berbagai arah
  •  Siswa melakukan pengamatan pada saat mempraktikkan gerakan-gerakan olahraga tersebut. (Kegiatan mengamati)
  •  Siswa kemudian mengidentifikasi hasil kegiatan dan gerakan olahraga mereka serta menganalisa otot bagian tubuh yang bekerja untuk melakukan gerakan-gerakan olahraga tersebut
  •  Siswa menulis hasil pengamatan dan analisa mereka dalam tabel pengamatan yang telah disediakan.


Hasil yang diharapkan:
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengembangkan
  •  Pengetahuan tentang gerakan aktivitas fisik dalam olahraga, pengaruh dan manfaatnya bagi tubuh.
  • Keterampilan dalam melakukan praktik aktivitas fisik melalui berbagai rangkaian gerakan yang dipelajari.
  • Sikap mandiri dan percaya diri ketika mempelajari gerakan aktivitas fisik serta pada saat mempraktikkannya
  •  Gunakan ceklis “Keterampilan Melakukan Gerakan Fisik” untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa

Langkah-Langkah Kegiatan:
  • Siswa membaca ilustrasi bacaan tentang kondisi perubahan cuaca di bumi dan mengkaitkannya dengan konsep perubahan dalam suatu kondisi ekosistem.
  • Siswa mengajukan pertanyaan serta mendiskusikan definisi perubahan dalam suatu ekosistem, bentuk perubahan yang dapat terjadi, faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan ekosistem, dan akibatnya bagi keseimbangan suatu ekosistem. (Kegiatan Menanya)
  • Siswa kemudian membaca saksama teks bacaan tentang perubahan suatu ekosistem.
  •  Siswa menganalisa beberapa informasi penting dari bacaan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan suatu ekosistem.
  •  Siswa menjawab pertanyaan yang disediakan untuk memahami kondisi perubahan pada ekosistem yang dapat memengaruhi komponen lainnya.
  • Siswa juga mengidentifikasi contoh-contoh perubahan ekosistem dari waktu ke waktu serta pengaruh keadaan yang ditimbulkannya terhadap lingkungan maupun makhluk di sekitarnya.


Hasil yang diharapkan:
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengembangkan:
  • Pengetahuan akan konsep perubahan dalam suatu ekosistem, faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan ekosistem, dan pengaruhnya bagi lingkungan maupun makhluk hidup di lingkungannya.
  •  Keterampilan siswa dalam membaca, mencari informasi yang penting dalam bacaan serta menjawab pertanyaan berdasarkan materi bacaan.
  • Sikap cermat dan teliti dalam mencari informasi serta rasa kemandirian dalam melakukan kegiatan.
  • Gunakan rubrik “Keterampilan Membaca” dan “Ceklis Menjawab Pertanyaan berdasarkan Bacaan” untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa

Langkah-langkah Kegiatan:
  • Siswa membentuk kelompok kemudian berkolaborasi dalam kegiatan selanjutnya.
  • Siswa akan melakukan kegiatan membandingkan dan membedakan kondisi sebuah ekosistem yang belum dan sudah mengalami perubahan.
  •  Siswa akan menggunakan kertas A4 yang akan dibagi menjadi dua sisi.
  •  Siswa menganalisa dan mendiskusikan perbandingan dan perbedaan pada sisi tiap gambar secara berkelompok.
Siswa akan menggambar kondisi ekosistem pada saat musim penghujan di sisi sebelah kiri lengkap dengan kondisi alamnya, tumbuhan dan hewan yang berinteraksi di sana. Sedangkan di sisi kanan adalah keadaan ekosistem pada saat musim kemarau, lengkap dengan kondisi alamnya, tumbuhan dan hewan yang berinteraksi di sana.
  • Siswa perlu memperhatikan keindahan gambar, warna-warna yang jelas dan menarik, dan dengan memperhatikan komposisi dan proporsi.
  • Siswa kemudian menuliskan keterangan yang sesuai mengenai kondisi di masingmasing gambar secara jelas dan mudah dipahami
  •  Siswa secara berkelompok mempresentasikan hasil pekerjaan mereka di depan kelas. (Kegiatan Mencoba)

Hasil yang diharapkan:
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengembangkan:
  • Pengetahuan untuk membandingkan dan melihat secara jelas dan rinci tentang perbedaan kondisi suatu ekosistem sebelum dan setelah terjadi perubahan.
  •  Keterampilan siswa dalam menyajikan gambar perbedaan kondisi suatu ekosistem sebelum dan setelah terjadi perubahan sesuai dengan pengetahuan mereka.
  •  Sikap cermat dan teliti serta kerja sama dalam kelompok dalam menyajikan gambar serta mempresentasikannnya dengan sikap percaya diri.
  • Gunakan rubrik “Keterampilan Menganalisa Perbandingan Gambar” dan “Rubrik Kerja Sama Kelompok” untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa

Langkah-langkah Kegiatan:
  • Siswa berkolaborasi dengan kelompok untuk melakukan sebuah riset sederhana tentang perubahan yang terjadi di sebuah ekosistem. Siswa bekerja berdasarkan petunjuk yang diberikan guru dan mencari informasi-informasi yang penting dalam riset mereka
  •  Siswa merumuskan dan bekerja berdasarkan target penilaian kegiatan riset dan kegiatan menulis peta pikiran mereka secara berkelompok.
  •  Siswa memilih satu jenis ekosistem, baik ekosistem air maupun darat.
  •  Siswa melakukan kegiatan pengamatan terhadap ekosistem yang mereka pilih, kemudian menuliskan hasil pengamatan mereka dalam catatan riset mereka.
  • Siswa mengamati dan mencatat setiap perubahan yang terjadi, dan juga akibat perubahan terhadap komunitas dan populasi yang ada pada ekosistem tersebut.

Siswa melaporkan dan memetakan hasil pengamatan/riset mereka di dalam sebuah peta pikiran. Siswa juga menambahkan gambar hewan dan tumbuhan apa saja yang mengalami perubahahan dalam keterangan di setiap cabang peta pikiran mereka
  •  Siswa mendekorasi peta pikiran mereka secara kreatif agar menarik.
  • Siswa kemudian berkelompok mempresentasikan hasil karya mereka di depan kelas secara bergantian dan mendiskusikan pertanyaan yang akan timbul berkaitan dengan hasil karya mereka.
  •  Siswa pun mendiskusikan ilustrasi percakapan dan memberikan pendapat mereka tentang efek perubahan pada suatu ekosistem terhadap populasi dan keberlangsungan/daya bertahan habitat makhluk hidup dalam ekosistem tersebut. (Kegiatan Mengasosiasikan dan Mengkomunikasikan).

Hasil yang diharapkan:
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengembangkan
  •  Pengetahuan akan proses perubahan yang terjadi pada suatu ekosistem baik ekosistem darat, maupun air yang mengalami perubahan kondisi pada saat musim penghujan maupun musim kemarau.
  • Keterampilan siswa dalam melakukan riset sederhana serta menulis laporan hasil riset mereka dalam sebuah peta pikiran
  •  Sikap mandiri, cermat dan teliti dalam melakukan studi riset mereka secara berkelompok dan percaya diri ketika mempresentasikan hasil karya mereka di depan kelas.
  •  Gunakan rubrik “Riset Sederhana” dan “Menulis Peta Pikiran” untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa

Langkah-langkah Kegiatan
  • Siswa mendiskusikan kembali pengetahuan yang mereka miliki tentang lagu tradisional dan alat musik ritmis yang mereka ketahui atau pernah mereka pelajari.
  • Siswa mengingat kembali jenis-jenis dan ciri-ciri alat musik ritmis, serta cara memainkannya.
  •  Siswa kemudian memilih salah satu lagu daerah kesukaan mereka
  •  Siswa mempelajari birama, tempo dan ketukan lagu yang mereka pilih.
  •  Guru mengingatkan kembali pengertian tentang birama, tempo, dan ketukan lagu.
  •  Siswa menentukan alat musik ritmis yang mereka sukai atau miliki yang akan digunakan untuk mengiringi lagu tradisional yang mereka pilih.
  •  Siswa berlatih menyanyikan lagu daerah/ tradisional dengan iringan alat musik ritmis dengan memperhatikan birama, tempo, dan ketukan yang sesuai. (Kegiatan Mengkomunikasikan) Hasil yang diharapkan:

Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengembangkan:
  • Pengetahuan akan macam-macam lagu daerah, jenis dan ciri alat musik ritmis sederhana serta cara-cara memainkannya.
  • Keterampilan siswa dalam menyanyikan lagu daerah serta keterampilan memainkan alat musik ritmis dengan memperhatikan birama, tempo, dan ketukan yang sesuai.
  •  Sikap percaya diri dalam bernyanyi dan mengiringi lagu tradisional menggunakan alat musik ritmis yang mereka pilih.
  • Gunakan Ceklis dan rubrik “Menyanyikan lagu Daerah” dan “Memainkan alat Musik Ritmis” untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa
0
Komentar
f
Share
t
g+
Share
?
k
8:11 AM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Model pembelajaran smp kelas 8 tema Memahami Teks Biografi
    Pemodelan Teks Biografi Pada Kegiatan 1 ini guru mengajak siswa untuk mempelajari teks biografi tentang Ki Hajar Dewantara. Guru menjelaska...
  • Materi Pembelajaran Permainan Bola Besar Menggunakan Permainan Sepak Bola smp kelas 7
    Materi Pembelajaran A. Permainan Bola Besar Menggunakan Permainan Sepak Bola 1. Pengertian dan Asal-Usul Sepak Bola Sepak bola adalah suatu ...
  • Model Pembelajaran Berbasis Project Based Learning seni budaya kelas o7
    Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media....
  • RPP smp kelas 8 PKn tema Merajut Manusia dan Masyarakat Berdasarkan Pancasila
    Merajut Manusia dan Masyarakat Berdasarkan Pancasila A. Kompetensi Inti (KI) Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya  ...
  • Fokus Pembelajaran: IPA kelas IV SD
    Fokus Pembelajaran: IPA Tujuan Pembelajaran: • Dengan percobaan dan pengamatan, siswa mampu membandingkan melalui    tulisan tentang manfaat...
  • cara pembelajaran bahasa inggris smp kelas VII
    Kegiatan Pembuka Berikut merupakan beberapa tahapan pembelajaran yang dapat dilaksanakan oleh guru ketika pertama kali memulai kelas. Namun,...
  • Materi dan proses pembelajaran PKn smp kelas 8 tema Menyemai Kesadaran Konstitusional dalam Kehidupan Bernegara
    Menyemai Kesadaran Konstitusional dalam Kehidupan Bernegara A. Kompetensi Inti (KI) Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya....
  • tema Berburu Kata sambil Mengenal Panjang Pendek .sd kelas 1
    Berburu Kata sambil Mengenal Panjang Pendek Tujuan Pembelajaran : • Dengan bermain kartu kata, siswa mampu membedakan kata yang lebih pan...
  • Mengenal Alat dan Bahan Menggambar serta Mencampur Warna,sd kelas satu
    Mengenal Alat dan Bahan Menggambar   Tujuan Pembelajaran: • Dengan mengamati gambar siswa mampu mengidentifikasi macam-macam alat dan bahan...
  • Model pembelajaran smp kelas 8 tema pemodelan teks cerita fabel
    PEMODELAN TEKS CERITA FABEL Pada Kegiatan 1 siswa diminta untuk mengenal lebih jauh tentang teks cerita fabel yang berisi tentang kehidupan ...

Label

  • SD
  • SMP

Mengenai Saya

k
View my complete profile
Powered by Blogger.

Arsip Blog

  • ▼  2015 (32)
    • ▼  August (6)
      • Materi cara pembelajaran PPKn smp kelas 8 tema B...
      • Cara pembelajaran PPKn smp kelas 8 tema Pemuda Pe...
      • Materi dan proses pembelajaran PKn smp kelas 8 te...
      • RPP smp kelas 8 PKn tema Merajut Manusia dan Masy...
      • Pembelajaran smp kelas 08 prakarya Bermain Bolaba...
      • Rpp SD kelas 4 Subtema 1: Makananku Sehat dan Berg...
    • ►  June (4)
    • ►  May (3)
    • ►  April (12)
    • ►  March (7)
  • ►  2014 (44)
    • ►  September (5)
    • ►  April (39)
Copyright 2013 CARA PEMBELAJARAN SEKOLAH - All Rights Reserved
Template by Evotemplates.Net - Powered by Blogger